Pernah merasa rumah sendiri kurang tenang? Anak-anak lebih mudah bertengkar, tidur terasa kurang nyenyak, dan suasana seperti berat tanpa sebab yang jelas. Sering kali penyebabnya sederhana: rumah jarang diisi bacaan Al-Qur’an dan dzikir.
Ruqyah rumah adalah ikhtiar membentengi rumah dengan bacaan Al-Qur’an, dzikir, dan adab yang diajarkan Rasulullah ﷺ, agar rumah menjadi tempat yang dijauhi setan dan dipenuhi ketenangan. Kabar baiknya, ruqyah rumah bisa Anda lakukan sendiri bersama keluarga, tanpa garam, rajah, atau benda apa pun.
Dalil Ruqyah Rumah dalam Sunnah
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ:
لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
“Janganlah kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim no. 780)
Rumah yang “seperti kuburan” adalah rumah yang sepi dari ibadah. Karena itu Rasulullah ﷺ juga berpesan agar sebagian shalat dikerjakan di rumah: “Jadikanlah sebagian shalat kalian di rumah kalian, dan jangan jadikan rumah sebagai kuburan.” (HR. Bukhari no. 432 dan Muslim no. 777)
Tujuh Kebiasaan Harian untuk Membentengi Rumah
Ruqyah rumah tidak harus berupa acara besar. Justru yang paling kuat adalah kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.
1. Menyebut nama Allah ketika masuk rumah dan ketika makan
Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, apabila seseorang masuk rumah lalu menyebut nama Allah ketika masuk dan ketika makan, setan berkata kepada kawan-kawannya, “Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makan malam bagi kalian.” (HR. Muslim no. 2018)
2. Mengucapkan salam, walau rumah sedang kosong
Allah berfirman agar kita mengucapkan salam ketika memasuki rumah, sebagai salam dari sisi Allah yang penuh berkah (QS. An-Nur: 61). Ketika rumah kosong, ucapkan “Assalamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahish shalihin.”
3. Membaca surat Al-Baqarah secara rutin
Inilah inti ruqyah rumah sesuai hadits di atas. Caranya kami jelaskan pada bagian berikutnya.
4. Mengerjakan shalat sunnah di rumah
Shalat rawatib, shalat malam, atau shalat dhuha di rumah menghidupkan suasana ibadah, sekaligus menjadi teladan bagi anak-anak.
5. Mengumandangkan adzan
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa apabila adzan dikumandangkan, setan berpaling sambil lari (HR. Bukhari no. 608 dan Muslim no. 389). Saat waktu shalat tiba dan Anda shalat berjamaah bersama keluarga di rumah, adzan dan iqamah bisa dikumandangkan.
6. Menjaga anak saat Maghrib dan menutup pintu dengan menyebut nama Allah

Rasulullah ﷺ berpesan agar anak-anak ditahan di dalam rumah ketika malam mulai datang, karena saat itu setan bertebaran. Beliau juga memerintahkan menutup pintu sambil menyebut nama Allah, karena setan tidak membuka pintu yang tertutup (HR. Bukhari no. 3304 dan Muslim no. 2012).
7. Dzikir pagi, petang, dan sebelum tidur
Ayat Kursi dan tiga surat terakhir Al-Qur’an menjadi benteng harian bagi setiap penghuni rumah. Bacaan lengkap dan dalilnya ada di artikel ayat ruqyah syar’iyyah.
Cara Ruqyah Rumah dengan Surat Al-Baqarah
Surat Al-Baqarah memang panjang, sekitar dua setengah juz. Jangan sampai panjangnya membuat kita urung memulai. Berikut cara yang banyak diamalkan keluarga:
- Tentukan waktunya. Banyak keluarga memilih selepas Maghrib atau Subuh, saat semua anggota keluarga ada di rumah.
- Bagi bacaan bersama keluarga. Misalnya ayah membaca juz pertama, ibu melanjutkan, dan anak yang sudah lancar membaca bagian akhir. Surat Al-Baqarah bisa selesai dalam satu majelis tanpa terasa berat.
- Baca dengan suara terdengar, tidak harus keras. Rumah “hidup” dengan lantunan ayat, bukan dengan teriakan.
- Bila belum sanggup sekaligus, bacalah bertahap dalam beberapa hari dan jadikan kebiasaan. Yang terpenting adalah rutin.
- Tutup dengan doa memohon perlindungan untuk rumah dan seluruh penghuninya.
Memutar murottal di rumah tentu baik untuk menghadirkan suasana Al-Qur’an. Namun membaca langsung tetap lebih utama, karena pahala membaca diperoleh oleh pembacanya, dan itulah yang disebut dalam hadits.
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Meruqyah Rumah
Banyak orang bersemangat membentengi rumah, tetapi caranya keliru. Ini beberapa yang paling sering kami jumpai:
- Menaburkan garam atau menggantung rajah di pintu. Tidak ada tuntunannya dari Nabi ﷺ. Benda yang digantung sebagai penangkal dikhawatirkan menyerupai jimat.
- Menganggap ruqyah rumah harus memanggil “orang pintar”. Penghuni rumah sendiri adalah orang yang paling tepat membacakan Al-Qur’an di rumahnya.
- Langsung menyimpulkan ada jin setiap kali rumah terasa tidak nyaman. Suasana yang berat bisa juga karena lelah, ada masalah dalam keluarga, atau rumah yang jarang diisi ibadah. Mulailah dengan memperbaiki kebiasaan, bukan dengan rasa takut.
- Ruqyah sekali lalu berhenti. Membentengi rumah adalah kebiasaan, bukan acara satu kali.
Sebagian peruqyah memercikkan air yang telah dibacakan ayat ke sudut-sudut rumah. Praktik ini tidak berasal dari contoh khusus Nabi ﷺ, sehingga jangan dijadikan pengganti membaca Al-Qur’an itu sendiri.
Bila Ruqyah Rumah Perlu Pendampingan
Sebagian besar keluarga cukup dengan amalan di atas. Pendampingan biasanya dibutuhkan bila ada anggota keluarga yang mengalami gangguan berulang sehingga sulit beribadah dan beraktivitas. Dalam keadaan seperti itu, yang diruqyah adalah orangnya, bukan sekadar rumahnya.
Kenali dulu tanda-tandanya dengan tenang di artikel ciri-ciri terkena sihir dan penyakit ain. Untuk anak-anak, baca ruqyah anak sesuai sunnah. Bila ingin didampingi, informasi layanan dan persiapannya ada di halaman ruqyah Bandung dan persiapan sebelum ruqyah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara ruqyah rumah sendiri?
Cara ruqyah rumah sendiri yang paling utama adalah membaca surat Al-Baqarah secara rutin, bisa dibagi bersama anggota keluarga. Lengkapi dengan menyebut nama Allah saat masuk rumah dan makan, mengucapkan salam, shalat sunnah di rumah, serta dzikir pagi, petang, dan sebelum tidur.
Berapa lama membaca surat Al-Baqarah untuk ruqyah rumah?
Membaca surat Al-Baqarah secara tartil umumnya memakan waktu sekitar satu setengah sampai dua jam. Bila dibagi bersama tiga atau empat anggota keluarga, waktunya jauh lebih singkat. Bila belum sanggup sekaligus, bacalah bertahap dan jadikan kebiasaan.
Apakah memutar murottal Al-Baqarah sudah cukup?
Memutar murottal baik untuk menghadirkan suasana Al-Qur’an di rumah. Namun hadits menyebut rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah, sehingga membaca langsung tetap lebih utama dan berpahala bagi pembacanya. Jadikan murottal sebagai pelengkap, bukan pengganti.
Apakah rumah baru perlu diruqyah?
Menempati rumah baru adalah saat yang baik untuk memulai kebiasaan membaca Al-Qur’an, shalat berjamaah, dan dzikir bersama keluarga. Tidak perlu acara khusus atau benda tertentu. Mulailah dengan membaca surat Al-Baqarah dan doa memohon keberkahan untuk rumah tersebut.
Penutup
Ruqyah rumah sejatinya adalah menghidupkan rumah dengan ibadah. Ketika ayat-ayat Allah sering dilantunkan, salam sering diucapkan, dan shalat sering didirikan di dalamnya, rumah insyaAllah menjadi tempat yang tenang bagi seluruh penghuninya. Mulailah malam ini, walau hanya dengan beberapa halaman Al-Baqarah bersama keluarga.
Semoga Allah menjadikan rumah Anda penuh keberkahan, sakinah, dan terjaga dari segala keburukan.





