Ada orang yang menyimak bacaan dengan tenang, ada yang terharu, dan ada yang merasa perlu berganti posisi. Reaksi saat diruqyah dapat berbeda menurut keadaan tubuh dan perasaan. Anda dapat mengikutinya tanpa merasa harus meniru pengalaman orang lain.
Di BRC, kami mengajak peserta dan keluarga memusatkan perhatian pada doa, adab, dan kenyamanan. Ruqyah syar’iyyah menjadi ikhtiar dalam pengobatan thibbun nabawi dengan permohonan kepada Allah melalui ayat Al-Qur’an serta doa yang dibenarkan.
Menyimak bacaan dengan harapan yang baik
Dalam Sahih Muslim nomor 2200, ruqyah diperbolehkan selama tidak mengandung kesyirikan. Harapan diarahkan kepada Allah, sedangkan terapis mendampingi pelaksanaannya dengan bacaan yang sesuai.
Karena itu, kekuatan reaksi tubuh bukan ukuran keimanan atau keberhasilan sesi. Menguap, menangis, dan sensasi lain juga tidak cukup untuk menetapkan penyebab gaib. Peserta boleh menyampaikan pengalaman apa adanya tanpa mencari-cari respons tertentu.
Untuk mengenal prinsipnya, baca pengertian ruqyah syar’iyyah. Pemahaman ini membantu keluarga mendampingi dengan lebih tenang.
Enam respons yang dapat dibicarakan dengan terapis
1. Merasa tenang atau tidak mengalami perubahan khusus
Anda dapat mendengarkan bacaan, berdoa, dan mengikuti sesi tanpa perubahan yang terlihat. Tidak perlu memaksakan tangisan atau gerakan agar pengalaman terasa sama dengan cerita orang lain.
2. Terharu dan menangis
Air mata dapat menyertai rasa haru, ingatan pribadi, atau emosi yang sedang dialami. Beri ruang untuk menenangkan diri. Terapis dan pendamping sebaiknya tidak mendesak peserta menjelaskan hal pribadi saat belum siap.
3. Menguap atau mengantuk
Perhatikan kebutuhan istirahat dan kenyamanan posisi. Bila mengantuk, sampaikan kepada terapis dan tanyakan apakah perlu jeda. Menguap tidak digunakan untuk memastikan ada gangguan tertentu.
4. Mual atau perut kurang nyaman
Katakan apa yang dirasakan dan minta jeda bila diperlukan. Anda tidak harus menahan ketidaknyamanan atau memaksakan muntah. Sebelum kunjungan berikutnya, ceritakan pengalaman tersebut agar persiapan makan, minum, dan posisi dapat dibicarakan.
5. Sensasi hangat, dingin, atau kesemutan
Cek kenyamanan ruangan serta posisi duduk. Sampaikan jika sensasi menetap atau mengganggu. Dari sensasi itu saja, keluarga tidak perlu menarik kesimpulan mengenai jin, sihir, atau keadaan batin peserta.
6. Tubuh terasa tegang atau gemetar
Minta jeda dan beri ruang agar peserta kembali nyaman. Hindari mengguncang, menahan paksa, atau meneriaki. Bila respons berat atau menetap, hentikan sesi untuk menilai kebutuhan pertolongan yang sesuai.
Pendamping membantu menjaga rasa aman
Keluarga dapat membantu dengan mendengarkan kebutuhan peserta dan menyampaikannya kepada terapis. Tawarkan bantuan sederhana ketika diminta, seperti mengambilkan minum atau membantu berganti posisi. Tidak perlu mengomentari setiap gerakan tubuh.
Jaga privasi. Jangan merekam atau menyebarkan pengalaman tanpa persetujuan. Sesudah sesi, beri kesempatan beristirahat tanpa memaksa peserta mengulang cerita yang belum ingin dibagikan.
Hindari menuduh orang lain berdasarkan reaksi selama ruqyah. Fokus keluarga diarahkan pada dukungan, doa, dan kebutuhan nyata orang yang didampingi.
Komunikasi tetap terbuka sepanjang sesi
Anda dapat meminta penjelasan, mengatur posisi, mengambil jeda, atau menghentikan sesi bila perlu. Ruqyah tidak mengharuskan peserta menahan rasa sakit. Pelaksanaannya perlu menjaga kelembutan tanpa tindakan yang melukai.
Jika terjadi kehilangan kesadaran, kejang, atau sesak berat, hentikan sesi dan cari pertolongan segera. Keadaan tersebut tidak dianggap reaksi yang harus diteruskan agar ruqyah selesai.
Persiapan yang baik membantu kunjungan lebih tertata. Pelajari persiapan sebelum ruqyah, lalu sampaikan kebutuhan pribadi saat menghubungi admin.
Amalan dilanjutkan dalam keseharian
Setelah pulang, lanjutkan shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan doa sesuai kemampuan. Tidak perlu terus mengevaluasi apakah reaksi saat diruqyah sudah cukup kuat. Dukungan keluarga, istirahat, dan perhatian terhadap tubuh tetap dijaga.
Jika ingin mempelajari bacaan di rumah, kenali panduan ruqyah mandiri. Konsultasi berikutnya dapat membahas pengalaman serta pertanyaan yang muncul, tanpa menetapkan jumlah sesi yang harus sama untuk semua peserta.
Konsultasi dan booking ruqyah bersama BRC Bandung
Kami menyambut Anda yang ingin mengenal ruqyah syar’iyyah dengan pendampingan yang santun. Hubungi admin, ceritakan kebutuhan, dan pastikan jadwal terapis sebelum datang.
BRC Cibaduyut, Jl. Cibaduyut No. 9. Konsultasi dan booking melalui 0812-2580-7101.
BRC Margahayu, Jl. Terusan Kopo No. 364, Margahayu Selatan. Tanyakan jadwal melalui 0821-1679-1819. Semoga Allah memudahkan ikhtiar Anda dan memberi ketenteraman bagi keluarga.





