bekam

Bekam Kering dan Bekam Basah: Bedanya dan Kapan Dipilih

Bekam kering dan bekam basah: cawan, pompa, dan sarung tangan di troli terapi BRC

Ada satu detail kecil dalam hadits tentang bekam yang jarang diperhatikan. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa kesembuhan ada pada tiga hal: minum madu, syarthatu mihjam, dan kay, sementara Nabi ﷺ melarang umatnya melakukan kay (HR. Bukhari no. 5680). Frasa syarthatu mihjam berarti “sayatan alat bekam”. Artinya, bekam yang disebut dalam hadits adalah bekam yang disertai sayatan.

Dari sinilah muncul pertanyaan yang sering diajukan pasien: apa bedanya bekam kering dan bekam basah, dan mana yang sebaiknya dipilih? Jawabannya tidak sesederhana “yang satu lebih baik dari yang lain”. Keduanya punya tempatnya masing-masing, dan berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Bekam Basah?

Bekam basah adalah bekam yang menggabungkan hisapan cawan dan sayatan tipis di permukaan kulit, sehingga sedikit darah keluar dan tertampung di dalam cawan. Inilah bentuk bekam yang dikenal dalam hadits dan dipraktikkan Rasulullah ﷺ.

Prosesnya kira-kira seperti ini:

  1. Kulit di titik yang dipilih dihisap dengan cawan selama beberapa saat.
  2. Cawan dilepas, lalu terapis membuat sayatan tipis dan dangkal dengan pisau steril sekali pakai.
  3. Cawan dipasang kembali, dan sedikit darah keluar ke dalam cawan.
  4. Cawan dilepas, area dibersihkan, lalu dirawat.

Bagi yang baru mengenal bekam, gambaran umumnya ada di artikel bekam adalah.

Apa Itu Bekam Kering?

Bekam kering hanya memakai hisapan cawan, tanpa sayatan, sehingga tidak ada darah yang keluar. Cawan dipasang di beberapa titik, ditahan beberapa menit, lalu dilepas. Ada juga yang menggerakkan cawan perlahan di atas kulit yang sudah diberi minyak, seperti pijatan.

Bekam kering di punggung atas pasien laki-laki oleh terapis BRC, tanpa sayatan
Ilustrasi bekam kering: cawan hanya menghisap kulit, tanpa sayatan

Bekam kering tidak disebut secara khusus dalam hadits. Ia lebih tepat dipandang sebagai perawatan pelengkap, dan sering dipadukan dengan pijat. Bila tujuan Anda menghidupkan sunnah bekam, bekam basahlah yang sesuai dengan tuntunan hadits.

Perbedaan Bekam Kering dan Bekam Basah

  • Sayatan. Bekam basah memakai sayatan tipis. Bekam kering tidak.
  • Darah. Bekam basah mengeluarkan sedikit darah. Bekam kering tidak mengeluarkan darah sama sekali.
  • Kaitan dengan sunnah. Bekam basah adalah bentuk yang disebut dalam hadits. Bekam kering adalah perawatan pelengkap.
  • Bekas. Keduanya bisa meninggalkan bekas bulat kemerahan atau keunguan dari hisapan cawan yang biasanya memudar dalam beberapa hari. Bekam basah menambah sayatan tipis yang perlu dijaga tetap bersih.
  • Perawatan setelahnya. Bekam basah memerlukan perhatian lebih pada bekas sayatan. Bekam kering lebih sederhana.

Kapan Bekam Kering Dipilih?

Saat membantu pasien memilih antara bekam kering dan bekam basah, terapis biasanya menyarankan bekam kering ketika:

  • Anda belum siap dengan sayatan atau sangat takut melihat darah, sehingga bekam kering menjadi langkah awal untuk mengenal rasanya dihisap cawan,
  • keadaan tubuh membuat sayatan sebaiknya ditunda, misalnya ketika badan sedang lemah,
  • Anda ingin perawatan yang dipadukan dengan pijat untuk badan pegal. Pilihan pijatnya bisa Anda lihat di halaman massage Bandung.

Kapan Bekam Basah Dipilih?

Bekam basah dipilih ketika Anda ingin menjalankan bekam sesuai sunnah, dan keadaan tubuh memungkinkan. Banyak pasien menjadikannya kebiasaan rutin, misalnya sebulan sekali pada tanggal 17, 19, atau 21 Hijriah. Penjelasannya ada di artikel bekam sunnah tanggal 17, 19, dan 21 Hijriyah.

Titik yang dipilih disesuaikan dengan keluhan dan keadaan Anda. Contohnya bisa dibaca di artikel titik bekam sunnah.

Meluruskan Anggapan: Bekam Basah Mengeluarkan Banyak Darah?

Banyak orang mengurungkan niat berbekam karena membayangkan darah yang keluar sangat banyak. Anggapan ini perlu diluruskan.

Sayatan pada bekam basah dibuat tipis dan dangkal di permukaan kulit, dan darah yang keluar hanya sedikit, tertampung di dalam cawan. Prosesnya terkendali dari awal sampai akhir. Sebaliknya, ada juga anggapan bahwa bekam kering “tidak ada gunanya”. Bekam kering tetap bermanfaat sebagai perawatan pelengkap yang menenangkan, hanya saja ia bukan bentuk bekam yang disebut dalam hadits.

Siapa yang Perlu Lebih Berhati-hati?

Untuk bekam kering dan bekam basah, ceritakan dengan terbuka kepada terapis bila Anda:

  • sedang hamil,
  • badan sedang sangat lemah atau mudah pingsan,
  • memiliki anemia atau masalah perdarahan, misalnya luka yang sulit kering,
  • memiliki luka atau masalah kulit di area yang akan dibekam.

Keadaan seperti ini lebih penting lagi diperhatikan pada bekam basah, karena melibatkan sayatan. Terapis yang berpengalaman dan bersertifikat akan menyesuaikan jenis bekam atau menyarankan untuk menunda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mana yang lebih baik, bekam kering dan bekam basah?

Bila tujuan Anda mengikuti sunnah, bekam basah adalah bentuk yang disebut dalam hadits, yaitu dengan sayatan alat bekam. Bekam kering tetap bermanfaat sebagai perawatan pelengkap, terutama bagi yang belum siap disayat. Pilihan terbaik disesuaikan dengan keadaan tubuh Anda bersama terapis.

Apakah bekam basah terasa sakit?

Kebanyakan orang hanya merasakan sensasi seperti digigit semut saat sayatan tipis dibuat, dan tarikan cawan terasa seperti dicubit lembut. Kekuatan hisapan bisa diatur. Sampaikan kepada terapis bila Anda merasa tidak nyaman agar segera disesuaikan.

Berapa lama bekas bekam hilang?

Bekas bulat dari hisapan cawan biasanya memudar dalam beberapa hari sampai sekitar satu minggu, tergantung keadaan kulit masing-masing. Bekas sayatan pada bekam basah umumnya cepat mengering bila dijaga tetap bersih dan tidak digaruk.

Apakah wanita boleh memilih bekam basah?

Boleh, selama keadaan tubuh memungkinkan dan tidak sedang dalam kondisi yang perlu ditunda. Muslimah sebaiknya dibekam terapis akhwat agar aurat terjaga. Informasinya ada di artikel bekam wanita Bandung.

Penutup

Memahami perbedaan bekam kering dan bekam basah membantu Anda memilih dengan tenang. Bila ingin menghidupkan sunnah, bekam basah adalah pilihannya. Bila belum siap, bekam kering bisa menjadi langkah awal yang nyaman. Siapkan diri dengan membaca persiapan sebelum bekam dan pantangan setelah bekam.

Semoga Allah memberikan kesehatan kepada Anda sekeluarga, dan menjadikan setiap ikhtiar mengikuti sunnah sebagai amal yang diterima.